Wednesday, May 15, 2024

BALASAN ANAK DURHAKA

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan Anas bin Malik RA, Rasul SAW bersabda :

أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ 

"Dosa terbesar diantara dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, membunuh dan durhaka kepada kedua orang tua." [HR Bukari]

 

Catatan Alvers

 

Seorang ibu berusia 45 tahun tewas di tangan putra kandungnya sendiri yang berusia 26 Tahun di Kabupaten Sukabumi dengan cara ditusuk pada bagian leher dan kepalanya pakai garpu tanah yang biasa dipakai di kebun untuk menggali tanah. Motifnya diduga gara-gara tak bisa membelikan anaknya motor. Pembunuhan itu terjadi pada Senin (13/5/2024). [Detik com]

 

Pembunuhan ibu kandung juga menimpa wanita berusia 55 tahun di medan. Pelaku adalah anaknya sendiri yang berusia 33 tahun. Sang anak tersinggung karena dimarahi oleh ibunya ketika merokok mahal padahal dia pengangguran. Sang anak memukul ibunya dengan kedua tangannya hingga terjatuh ke lantai, lalu pelaku memukulinya bertubi-tubi. Kemudian sang anak mengambil pisau cutter dan menyayat leher serta urat nadi tangan kanan dan kiri ibunya. Setelah itu, korban dikuburkan di belakang rumah. (1/4/2024) [msn com]

 

Tidak terbayangkan bagaimana besarnya dosa sang anak durhaka yang tega membunuh ibu yang telah melahirkannya. Membunuh orang pada umumnya (selain orangtuanya) adalah dosa terbesar sebagaimana hadits utama diatas. Dan Allah SWT berfirman  :

 وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya. [QS an-Nisa` : 93]

 

Lalu bagaimana dengan dosa membunuh orang tua sendiri? Sedangkan mengumpat saja kepada merreka adalah dosa besar. Rasul SAW bersabda :

مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ

Termasuk dosa besar adalah seseorang mengumpat pada kedua orang tuanya. [HR Muslim]

 

Durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar, terlebih lagi kepada Ibu sehingga Rasul SAW menyebutkan secara khusus. Beliau bersabda :

إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ

Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu. [HR Bukhari]

 

Al-Asqalani berkata : Ibu disebutkan secara khusus dalam hal ini karena durhaka kepada ibu itu lebih mudah terjadi daripada durhaka kepada ayah karena sisi kelemahan ibu dan hal ini untuk mengingatkan bahwa berbakti kepada ibu itu lebih didahulukan dari pada berbakti kepada ayah. [Fathul Bari]

 

Anak yang durhaka kepada orang tua akan digolongkan dalam tiga golongan yang sabdakan oleh Nabi SAW dalam sabdanya :

 

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tiga golongan yang mana Allah tidak sudi memandangnya (anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan dayyuts ; kepala keluarga yang membiarkan keluarganya bermakisat). [HR Nasa’i]

 

Anak yang durhaka kepada orang tua tidak akan bisa masuk surga. Rasul SAW menggolongkankannya dalam tiga golongan dalam sabdanya :

وَثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ

Tiga golongan yang tidak bisa masuk surga (anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya, orang yang terus-terusan minum minuman keras dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya). [HR Nasa’i]

 

Betapapun rajinnya beribadah, anak yang durhaka kepada orang tua tidak akan bisa masuk surga. Amr bin Murrah Al-Juhany menceritakan bahwa ada seorang lelaki menghadap Nabi dan berkata : Wahai Rasul, Apa pendapatmu jika aku telah melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan ramadhan, menunaikan zakat dan telah berhaji ke baitullah. Balasan apakah yang aku dapatkan ? Rasul SAW menjawab : Barang siapa yang melakukan itu semua maka ia akan dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, Syuhada dan shalihin..

إِلَّا أنْ يَعُقَّ وَالِدَيْهِ

Kecuali jika dia durhaka kepada kedua orang tuanya. [Al-Kaba’ir Lidz Dzahaby]

 

Tidak hanya mendapat hukuman berat di akhirat kelak, anak yang durhaka kepada orang tua akan mendapat hukumannya sejak di dunia. Dalam hadits disebutkan :

بَابَانِ مُعَجَّلَانِ عُقُوْبَتهُمَا فِي الدُّنْيَا اَلْبَغْيُ وَالْعُقُوْقُ

Ada dua perkara yang hukumannya disegerakan di dunia yaitu bertindak dzalim dan durhaka kepada orang tua. [HR Al-Hakim]

 

Dan Abu Bakar bin Abi Maryam berkata : Aku membaca kitab taurat dan aku temukan keterangan :

مَنْ يَضْرِبْ أَبَاهُ يُقْتَلْ

Barang siapa memukul ayahnya maka ia dibunuh (sebagai hukumannya). [Al-Kaba’ir Lidz Dzahaby]

 

Maka jangan sampai kita berbuat durhaka kepada orang tua, bahkan perbuatan durhaka yang ringan sudah diperingatkan agar kita menjauhinya. Allah SWT berfirman : "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka”

dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." [QS Al-Isra : 23-24].

 

Dalam ayat tersebut dicontohkan larangan dengan berkata “ah” ketika anak merasa keberatan atau tidak suka dengan sikap orang tua. Husein bin Ali berkata :

لَوْ عَلِمَ اللهُ شَيْئاً مِنَ الْعُقُوْقِ أَدْنَى مِنْ أُفٍّ لَحَرَّمَهُ

Seandainya Allah mengetahui ada kedurhakaan yang lebih ringan dari kata “Uff” (“ah”) niscaya Allah akan mengharamkannya. [Ad-Durrul Mantsur]

Lantas apakah perbuatan durhaka itu? Syeikh Abu Amr ibnu Shalah berkata :

اَلْعُقُوْقُ الْمُحَرَّمُ كُلُّ فِعْلٍ يَتَأَذَّى بِهِ الْوَالِدُ أَوْ نَحْوُهُ تَأَذِّيًا لَيْسَ بِالْهَيِّنِ مَعَ كَوْنِهِ لَيْسَ مِنَ الْأَفْعَالِ الْوَاجِبَةِ

Durhaka yang diharamkan adalah setiap perbuatan (atau semisalnya) yang dapat menyakiti hati orang tua dengan sakit hati yang tidak ringan, sementara perbuatan tersebut bukan perbuatan yang wajib. [Syarah Muslim]

Ka’bul Akhbar pernah ditanya mengenai contoh perilaku durhaka. Ia menjawab: “Jika orang tua bersumpah kepada anaknya agar anaknya melakukan sesuatu maka sang anak tidak merealisasikannya (ibrarul Qasam). Jika orang tua memerintahkan maka sang anak tidak mematuhinya. Jika orang tua meminta sesuatu maka ia tidak memberinya dan jika orang tua mempercayainya maka ia berkhianat”.  [Al-Kaba’ir Lidz Dzahaby]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk terus berbakti kepada kedua orang tua dan tidak berbuat durhaka kepada mereka walau dalam bentuk yang ringan sekalipun.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada supaya sabda Nabi SAW  menghiasi dunia maya dan menjadi amal jariyah kita semua.

0 komentar:

Post a Comment