Saturday, March 22, 2025

TAKDIR LAILATUL QADAR

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

”Sesungguhnya malaikat pada malam itu (lailatul Qadar) berada di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu.” [HR Ahmad]

 

Catatan Alvers

 

Lailatul Qadar jamak dipahami sebagai malam turunnya Al-Qur’an. Allah SWT berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam lailatul qadar. [QS Al-Qadar : 1]

 

Jika demikian, lantas kenapa berbeda dengan Nuzulul Qur’an yang juga merupakan malam turunnya al-Qur’an?. Begini, Al-Qur’an itu diturunkan dalam dua tahap. Ibnu Abbas RA menejelaskan :

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ، ثُمَّ أُنْزِلَ بَعْدَ ذَلِكَ بِعِشْرِيْنَ سَنَةً

(Tahap pertama) Al-Qur’an diturunkan sekaligus (30 Juz) ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar lalu setelah itu (Tahap kedua) diturunkan (sedikit demi sedikit) selama 20 tahun. [Al-Mustadrak]

Jadi turunnya Al-Qur’an yang secara sedikit demi sedikit, itu waktu pertama kali turunnya di kenal dengan sebutan “Nuzulul Qur’an” tepatnya ketika turun surat Iqra’ atau Al-Alaq 1-5 yaitu ketika Nabi berada di gua hira. Sedangkan sebelumnya Al-Qur’an turun ke langit dunia sekaligus 30 Juz itu terjadi pada malam Lailatul Qadar.

 

Lailatul Qadar juga dipahami sebagai malam yang lebih mulia dari 1000 Bulan, sebagaimana dalam Qur’an disebutkan :

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. [QS Al-Qadar : 2-3]

Lailatul Qadar juga dipahami sebagai malam yang penuh ampunan. Baginda Nabi bersabda :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari]

Maka di 10 hari terakhir dari bulan ramadhan ini kaum muslimin berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Dan sungguh merugi orang yang tak mendapatkannya. Nabi SAW bersabda :

مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا قَدْ حُرِمَ

Barang siapa terhalang dari mendapatkan lailatul qadar maka sungguh ia terhalang dari kebaikan (yang sempurna). [HR Ahmad]

 

Lailatul Qadar juga menjadi malam penetapan takdir. Allah SWT berfirman :

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. ” [QS Al Qadr: 4].

Saking dari banyaknya jumlah malaikat yang turun malam itu maka Nabi SAW bersabda pada hadits utama : ”Sesungguhnya malaikat pada malam itu (lailatul Qadar) berada di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu.” [HR Ahmad]

 

Yang dimaksud dengan “mengatur segala urusan” adalah :

يُظْهِرُ لِلْمَلَائِكَةِ مَا سَيَكُوْنُ فِيْهَا ، وَيَأْمُرُهُمْ بِفِعْلِ مَا هُوَ مِنْ وَظِيْفَتِهِمْ

Allah memperlihatkan pada malaikat kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam setahun, lalu allah memerintahkan mereka agar melakukan apa yang menjadi tugas mereka. [Syarh Shahih Muslim]

Dalam ayat lain, Allah berfirman :

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah [QS. Ad-Dukhan: 4]

Menjelaskan ayat ini, Ibnu Abbas RA berkata :

يُكْتَبُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ:  " فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ " ، مَا يَكُونُ فِي السَّنَةِ مِنْ رِزْقٍ، أَوْ مَوْتٍ، أَوْ حَيَاةٍ، أَوْ مَطَرٍ حَتَّى يُكْتَبَ الْحَاجُّ يَحِجُّ فُلانٌ، وَيَحِجُّ فَلانٌ"

Disalinlah dari induk kitab pada malam lailatul qadar catatan mengenai segala yang akan terjadi selama setahun ke depan yaitu berupa rizki, kematian, hidup, hujan bahkan dicatat orang yang akan berhaji. Fulan dan fulan akan berangkat haji. [Tafsir Ibnu Abi Hatim]

Ibnu Abbas RA berkata lagi :

إِنَّكَ لَتَرَى الرَّجُلَ يَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ وَقَدْ وَقَعَ اسْمُهُ فِي الْمَوْتَى

Sungguh engkau melihat seseorang berjalan di pasar padahal namanya telah tercatat dalam daftar orang-orang yang meninggal dunia. [Al-Mustadrak]

 

Lantas bagaimana dengan malam Nisyfu Sya’ban yang juga dikatakan sebagai malam ketetapan takdir? Al-Qadli Abu Bakar ibn Al-Araby berkata : Mayoritas ulama menyatakan maksud “Lailatim Mubarakah” adalah Lailatul Qadar. Ada yang berpendapat itu adalah malam Nisfu Sya’ban dan itu pendapat yang bathil karena jelas-jelas Allah berfirman “Bulan ramadhan adalah bulan dimana Al-Qur’an diturunkan di dalamnya [QS Al-Baqarah : 185] Maka Allah menjelaskan bahwa waktu turunnya Qur’an adalah bulan ramadhan kemudian Allah menentukan waktunya adalah pada malam hari “Fi Laiilatim Mubarakah” (Pada malam penuh berkah) maka barangsiapa yang menyangka selain bulan ramadahan maka ia telah membuat kebohongan besar atas Allah.

وَلَيْسَ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ حَدِيْثٌ يُعَوَّلُ عَلَيْهِ لَا فِي فَضْلِهَا وَلَا فِي نَسْخِ الْآجاَلِ فِيْهَا فَلَا تَلْتَفِتُوا إِلَيْهَا

Dan mengenai malam nisyfu Sya’ban, tidak ada hadits yang bisa dibuat pedoman baik mengenai keutamaannya, tidak pula mengenai mencatat ajal (kematian) pada malam tersebut maka jangan pedulikan hal itu. [Al-Jami Li Ahkamil Qur’an]

 

Pada akhir surat, Allah SWT berfirman :

سَلٰمٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Salam (malam) itu sampai terbit fajar. [QS Al-Qadr: 5].

Jalaluddin Al-Mahalli berkata : Malam Lailatul Qadar dijadikan “salam” karena banyaknya salam dari malaikat pada malam itu dimana para malaikat tidak berpapasan dengan orang mukmin laki maupun perempuan kecuali mereka mengucapkan salam kepadanya. [Tafsir Jalalain]

Ka’b berkata : Pada malam Lailatul Qadar itu para malaikat mendoakan kaum mukmin laki maupun perempuan. Dan malaikat jibril tidaklah meninggalkan seseorang kecuali ia menjabat tangannya (bersalaman). Dan tandanya adalah kulitnya merinding, hatinya menjadi lembut, dan air matanya berlinang. [Tafsir Ibnu Katsir]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk terus memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir bulan suci ramadhan ini dengan harapan semoga kita mendapatkan kemuliaan lailatul qadar.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

 NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

0 komentar:

Post a Comment