إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Friday, March 28, 2025

DEMAM VELOCITY

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.[HR Tirmidzi]

 

Catatan Alvers

 

Velocity tengah merajalela di media sosial. Demam velocity menjangkiti kaum awam, tua maupun muda, anak-anak hingga nenek-nenek bahkan velocity juga menjangkiti pembawa berita hingga pendakwah terkenal. Ada juga wanita dari putri pemuka agama ternama yang merupakan publik figur juga bermain velocity.

 

Mungkin ada yang masih belum tahu apa sih Velocity itu? Kata Velocity berasal dari bahasa Inggris yang berarti kecepatan. Dalam tren di TikTok, velocity merujuk kepada

Tren joget yang mengikuti irama lagu up beat dengan gerakan tangan lalu video yang dihasilkan dipercepat dan diperlambat dengan efek slow motion yang disesuaikan dengan musik latarnya. Dinamakan velocity karena menggunakan editing magic bernama 'Velocity'. Video ini pun terus muncul di TikTok hingga Instagram. [Insertlive com]

 

Velocity mungkin tidak sampai satu menit akan tetapi take videonya bisa berulang-ulang, belum lagi belajar dan menghapal gerakannya akan membutuhkan waktu yang lama sehingga seseorang akan membuang banyak waktunya untuk hal yang sia-sia. Bukankah sebagai muslim yang baik akan menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Rasul SAW bersabda : Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” [HR Tirmidzi]

 

Hidup ini adalah sekumpulan waktu. Jika kita menyia-nyiakan waktu maka sama halnya kita menyia-nyiakan hidup yang semestinya penuh arti dan hal itu adalah kerugian yang nyata. Bukankah setiap orang yang berakal ingin menjadi orang beruntung. Allah SWT berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

''Sesungguhnya beruntunglah orang-orang Mukmin. Yaitu, orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya. Dan orang-orang yang meninggalkan perbuatan sia-sia.'' [QS Al Muminun : 1-3].

 

Waktu adalah modal utama dalam kehidupan kita yang fana ini. Maka gunakan waktu sebaik-baiknya dan jangan sebaliknya. Ahli hikmah berkata :

اَلْوَقْتُ كَالسَّيْفِ اِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ

Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak mematahkannya maka engkau akan ditebasnya. [Kasyful Khafa]

 

Boleh jadi awalnya berniat iseng namun pada akhirnya banyak orang terjangkit syndrome velocity. Dengan demikian sebaiknya kita tidak ikut-ikutan tren ini apalagi orang yang menjadi publik figur, jika ia ikutan bermain velocity maka akan semakin banyak yang ikut-ikutan tren ini dan akhirnya semakin banyak orang lalai dari hal yang bermanfaat untuknya. Celakanya ini menjadi tanda Allah berpaling darinya. Imam Ghazali menyebut satu hadits dalam kitab Ayyuhal Walad :

إِنَّ عَلَامَةَ إِعْرَاضِ اللهِ تَعَالَى عَنِ الْعَبْدِ هُوَ إِشْتِغَالُهُ بِمَا لَا يَعْنِيْهِ

Sesungguhnya tanda berpalingnya Allah swt dari seorang hamba yaitu sibuknya ia dengan perkara yang tidak bermanfaat baginya. [Ayyuhal Walad, namun sebagian keterangan menyebutnya sebagai maqalah Al-Hasan bashri]

 

Para pemuka agama janganlah ikut-ikutan joget velocity, di samping nantinya akan menjadi teladan yang tidak baik velocity akan dapat mengurangi wibawa mereka. Joget atau dalam bahasa arab disebut dengan “Ar-Raqsh” di dalam kamus didefinisikan :

رَقَصَ الشَّخْصُ: اِهْتَزَّ وَحَرَّكَ جِسْمَهُ عَلَى أَنْغَامِ الْمُوْسِيقَى أَوِ الْغِنَاءِ

“Seseorang berjoget” itu artinya ia menggerak-gerakkan badannya sesuai irama musik atau lagu. [Al-Maany com]

Dan Ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, dan Al-Qaffal dari kalangan Syafi’iyyah memakruhkan “Ar-Raqsh” (joget) karena  :

بِأَنَّ فِعْلَهُ دَنَاءَةٌ وَسَفَهٌ، وَأَنَّهُ مِنْ مُسْقِطَاتِ الْمُرُوءَةِ، وَأَنَّهُ مِنَ اللَّهْوِ.

ia adalah perbuatan rendahan dan kebodohan. Dan ia juga merupakan perbuatan yang menjatuhkan wibawa. Dan ia juga merupakan lahwun (kesia-siaan). [Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah]

 

Wanita boleh saja melakukan joget ala velocity di hadapan suaminya sendiri untuk menghiburnya dan tidak merekamnya untuk dishare di medsos sehingga menjadi konsumsi publik. Namun jika wanita yang menampakkan kecantikannya melakukan velocity di hadapan lelaki bukan mahram atau di share di medsos maka ini akan menjadi daya tarik para pria bahkan diantara mereka ada yang bersyahwat karenanya dan ini berbahaya. Ulama berkata :

اَمَّا رَقْصُ النِّسَاءِ اَمَامَ مَنْ لَايَحِلُّ لَهُنَّ فَاِنَّهُ حَرَامٌ بِالْاِجْمَاعِ لِمَا يَتَرَتَّبُ عَلَيْهِ مِنْ اِثَارَةٍ لِلشَّهْوَةِ وَالْاِفْتِنَانِ وَلِمَا فِيْهِ مِنَ التَّهَتُّكِ وَالْمُحُوْنِ

Adapun hukum wanita menari-nari di depan lelaki yang bukan mahramnya maka itu hukumnya haram sesuai dengan kesepakatan Ulama karena hal itu akan menimbulkan perkara negatif seperti membangkitkan syahwat, fitnah, merusak kehormatan dan menjadi petaka. [Madzahib Al-arba'ah]

 

Islam bukan hanya tentang halal dan haram, namun juga kepantasan. Bukankah ukuran kepantasan adalah rasa malu dan malu itu sangatlah penting dalam Islam sehingga Nabi SAW bersabda :

اَلْـحَيَاءُ مِنَ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِيْمَانُ فِـي الْـجَنَّةِ

“Malu adalah bagian dari iman, sedang iman tempatnya di Surga. [HR Turmudzi]

Jika rasa malu sudah hilang dari diri seseorang maka ia tidak akan lagi mempertimbangkan faktor kepantasan. Nabi SAW bersabda :

إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

“Jika engkau tidak malu maka silahkan kau berbuatlah sesukamu.” [HR Bukhari]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan perbuatan yang tak bermanfaat apalagi yang tidak pantas untuk dilakukan.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

 NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Saturday, March 22, 2025

TAKDIR LAILATUL QADAR

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

”Sesungguhnya malaikat pada malam itu (lailatul Qadar) berada di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu.” [HR Ahmad]

 

Catatan Alvers

 

Lailatul Qadar jamak dipahami sebagai malam turunnya Al-Qur’an. Allah SWT berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam lailatul qadar. [QS Al-Qadar : 1]

 

Jika demikian, lantas kenapa berbeda dengan Nuzulul Qur’an yang juga merupakan malam turunnya al-Qur’an?. Begini, Al-Qur’an itu diturunkan dalam dua tahap. Ibnu Abbas RA menejelaskan :

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ، ثُمَّ أُنْزِلَ بَعْدَ ذَلِكَ بِعِشْرِيْنَ سَنَةً

(Tahap pertama) Al-Qur’an diturunkan sekaligus (30 Juz) ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar lalu setelah itu (Tahap kedua) diturunkan (sedikit demi sedikit) selama 20 tahun. [Al-Mustadrak]

Jadi turunnya Al-Qur’an yang secara sedikit demi sedikit, itu waktu pertama kali turunnya di kenal dengan sebutan “Nuzulul Qur’an” tepatnya ketika turun surat Iqra’ atau Al-Alaq 1-5 yaitu ketika Nabi berada di gua hira. Sedangkan sebelumnya Al-Qur’an turun ke langit dunia sekaligus 30 Juz itu terjadi pada malam Lailatul Qadar.

 

Lailatul Qadar juga dipahami sebagai malam yang lebih mulia dari 1000 Bulan, sebagaimana dalam Qur’an disebutkan :

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. [QS Al-Qadar : 2-3]

Lailatul Qadar juga dipahami sebagai malam yang penuh ampunan. Baginda Nabi bersabda :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari]

Maka di 10 hari terakhir dari bulan ramadhan ini kaum muslimin berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Dan sungguh merugi orang yang tak mendapatkannya. Nabi SAW bersabda :

مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا قَدْ حُرِمَ

Barang siapa terhalang dari mendapatkan lailatul qadar maka sungguh ia terhalang dari kebaikan (yang sempurna). [HR Ahmad]

 

Lailatul Qadar juga menjadi malam penetapan takdir. Allah SWT berfirman :

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. ” [QS Al Qadr: 4].

Saking dari banyaknya jumlah malaikat yang turun malam itu maka Nabi SAW bersabda pada hadits utama : ”Sesungguhnya malaikat pada malam itu (lailatul Qadar) berada di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu.” [HR Ahmad]

 

Yang dimaksud dengan “mengatur segala urusan” adalah :

يُظْهِرُ لِلْمَلَائِكَةِ مَا سَيَكُوْنُ فِيْهَا ، وَيَأْمُرُهُمْ بِفِعْلِ مَا هُوَ مِنْ وَظِيْفَتِهِمْ

Allah memperlihatkan pada malaikat kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam setahun, lalu allah memerintahkan mereka agar melakukan apa yang menjadi tugas mereka. [Syarh Shahih Muslim]

Dalam ayat lain, Allah berfirman :

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah [QS. Ad-Dukhan: 4]

Menjelaskan ayat ini, Ibnu Abbas RA berkata :

يُكْتَبُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ:  " فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ " ، مَا يَكُونُ فِي السَّنَةِ مِنْ رِزْقٍ، أَوْ مَوْتٍ، أَوْ حَيَاةٍ، أَوْ مَطَرٍ حَتَّى يُكْتَبَ الْحَاجُّ يَحِجُّ فُلانٌ، وَيَحِجُّ فَلانٌ"

Disalinlah dari induk kitab pada malam lailatul qadar catatan mengenai segala yang akan terjadi selama setahun ke depan yaitu berupa rizki, kematian, hidup, hujan bahkan dicatat orang yang akan berhaji. Fulan dan fulan akan berangkat haji. [Tafsir Ibnu Abi Hatim]

Ibnu Abbas RA berkata lagi :

إِنَّكَ لَتَرَى الرَّجُلَ يَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ وَقَدْ وَقَعَ اسْمُهُ فِي الْمَوْتَى

Sungguh engkau melihat seseorang berjalan di pasar padahal namanya telah tercatat dalam daftar orang-orang yang meninggal dunia. [Al-Mustadrak]

 

Lantas bagaimana dengan malam Nisyfu Sya’ban yang juga dikatakan sebagai malam ketetapan takdir? Al-Qadli Abu Bakar ibn Al-Araby berkata : Mayoritas ulama menyatakan maksud “Lailatim Mubarakah” adalah Lailatul Qadar. Ada yang berpendapat itu adalah malam Nisfu Sya’ban dan itu pendapat yang bathil karena jelas-jelas Allah berfirman “Bulan ramadhan adalah bulan dimana Al-Qur’an diturunkan di dalamnya [QS Al-Baqarah : 185] Maka Allah menjelaskan bahwa waktu turunnya Qur’an adalah bulan ramadhan kemudian Allah menentukan waktunya adalah pada malam hari “Fi Laiilatim Mubarakah” (Pada malam penuh berkah) maka barangsiapa yang menyangka selain bulan ramadahan maka ia telah membuat kebohongan besar atas Allah.

وَلَيْسَ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ حَدِيْثٌ يُعَوَّلُ عَلَيْهِ لَا فِي فَضْلِهَا وَلَا فِي نَسْخِ الْآجاَلِ فِيْهَا فَلَا تَلْتَفِتُوا إِلَيْهَا

Dan mengenai malam nisyfu Sya’ban, tidak ada hadits yang bisa dibuat pedoman baik mengenai keutamaannya, tidak pula mengenai mencatat ajal (kematian) pada malam tersebut maka jangan pedulikan hal itu. [Al-Jami Li Ahkamil Qur’an]

 

Pada akhir surat, Allah SWT berfirman :

سَلٰمٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Salam (malam) itu sampai terbit fajar. [QS Al-Qadr: 5].

Jalaluddin Al-Mahalli berkata : Malam Lailatul Qadar dijadikan “salam” karena banyaknya salam dari malaikat pada malam itu dimana para malaikat tidak berpapasan dengan orang mukmin laki maupun perempuan kecuali mereka mengucapkan salam kepadanya. [Tafsir Jalalain]

Ka’b berkata : Pada malam Lailatul Qadar itu para malaikat mendoakan kaum mukmin laki maupun perempuan. Dan malaikat jibril tidaklah meninggalkan seseorang kecuali ia menjabat tangannya (bersalaman). Dan tandanya adalah kulitnya merinding, hatinya menjadi lembut, dan air matanya berlinang. [Tafsir Ibnu Katsir]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk terus memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir bulan suci ramadhan ini dengan harapan semoga kita mendapatkan kemuliaan lailatul qadar.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

 NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Friday, March 14, 2025

QALBI FIL MADINAH

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَدْعُو الرَّجُلُ ابْنَ عَمِّهِ وَقَرِيبَهُ هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

"Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang menyeru sepupunya dan kerabatnya "Marilah menuju ke “Ar-Rakha” (satu kota dengan kehidupan yang lapang dan suasana yang indah) 2x," Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui" [HR Muslim]

 

Catatan Alvers

 

Qalbi fil madinah Wajadas sakinah Muhammad nabina Assalamu ‘alaik”.  Ini adalah cuplikan lirik lagu yang berjudul 'Qalbi Fil Madinah' yang menggambarkan kerinduan dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW serta kota Madinah. Lagu ini baru dirilis pada 9 Maret 2025 namun sudah ditonton lebih dari 8 juta kali dan menempati posisi ke-4 di Trending YouTube. Lagu ini diproduksi oleh Awakening Music, label ternama yang menaungi banyak artis musik religi internasional. [rri co id]

 

Lagu ini dinyanyikan oleh Maher Zain, musisi kelahiran Lebanon 1981 yang kemudian hijrah ke Swedia. Ia adalah sarjana insinyur aeronautika (teknik penerbangan) namun karena hobi musik sejak kecil maka ia tetap bekerja sebagai produser musik paruh waktu hingga akhirnya menjadi penyanyi sukses. Dan kali ini ia kolab bersama Harris J, penyanyi religi asal Inggris. [Tempo co]

 

Saya sangat senang ketika ada lagu religi bisa viral di tengah gempuran lagu-lagu barat maupun indo bahkan jawa yang akhir-akhir ini liriknya banyak yang vulgar dan mengajak kepada perzinahan dan kemaksiatan. Paling tidak lagu ini bisa memalingkan banyak orang dari lagu-lagu yang berlirik maksiat, apalagi lagu “Qalbi Fil Madina” ini menyentuh hati banyak orang, sampai ada yang berkomentar “Setelah dengar lagu ini auto kepingin umroh”, “Lagu ini menambah kecintaan kepada kota Madinah”, “Lagu ini sangat menyentuh hati ketika direnungkan artinya”.

 

Nah berikut ini lirik lagunya disertai analisa dasar haditsnya. “Sala dam’i syauqan (Air mataku mengalir karena rindu) Ya habibi ilaik (kepada-Mu, Wahai kekasihku) Fadla qalbi ‘isyqan (Kerinduan di hatiku meluap) Bish-shalati ‘alaik (dengan shalawat untuk-Mu) Tharat ruhi hubban (Jiwaku terbang karena cinta) Fil manami ilaik (Dalam mimpi menuju-Mu) Rama kulliy qurba (Seluruh diriku merindukan kedekatan) Sayyidi labbaik (Wahai Juanjunganku, aku memenuhi panggilan-Mu).”

 

Lirik ini menyatakan kerinduan kepada Nabi SAW.  Diantara ummatnya ada yang sangat merindukan beliau. Nabi SAW bersabda :

مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ

Di antara Ummatku yang paling cinta kepadaku adalah orang-orang yang ada setelah (wafat)ku. Salah seorang di antara mereka ingin melihatku meskipun dengan harus kehilangan keluarga dan hartanya. [HR Muslim]

 

Karena rindu maka air mata mengalir tak terasa. Ibnul Khayyath berkata dalam syairnya :

كُلُّ الْقُلُوبِ إِلىَ الْحَبِيْبِ تَمِيْلُ :: وَمعِي بِهـَذَا شـَـاهِدٌ وَدَلِيِــــلُ

أَمَّا الــدَّلِيِلُ إذَا ذَكَرْتَ مُحَمَّدًا ::  فَتَرَى دُمُوعَ الْعَارِفِيْنَ تَسِيْلُ

“Setiap hati merindu kepada kekasih dan aku punya buktinya. Yaitu ketika engkau sebut nama Muhammad maka engkau akan melihat mata dari orang-orang yang mengenalnya akan berlinang air mata”.

Contohnya adalah orang shalih bernama Shafwan bin Sulaim (w. 132 H), ketika disebut tentang Nabi SAW maka ia menangis dan ia akan terus menagis sampai orang-orang di sekitarnya berdiri meninggalkannya. [As-Syifa]

 

“Qalbi fil madinah (Hatiku di Madinah) Wajadas sakinah (Menemukan ketenangan) Qala Ya nabina assalamu Alayka (Ia berkata : Salam sejahtera untukmu). Qalbi fil madinah (Hatiku di Madinah) Wajadas sakinah (Menemukan ketenangan), Muhammad nabina (Muhammad Nabi kami) Assalamu ‘alaik (Salam sejahtera untukmu)”. 

Mencintai kota madinah diajarkan oleh Nabi SAW dalam doa beliau :

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّة أَو أَشَدَّ

"Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kecintaan kami kepada Mekah atau bahkan lebih" [HR Al-Bukhari]

 

Kalau sudah cinta, maka seseorang akan “wajadas sakinah” menemukan ketenangan. Sebagaimana dalam hadits utama, Nabi SAW bersabda : "Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang menyeru sepupunya dan kerabatnya "Marilah menuju ke “Ar-Rakha” (satu kota tempat dengan kehidupan yang lapang dan suasana yang indah seperti negara baru yang akan / dikuasai Islam seperti Yaman, Syam, Iraq) 2x," Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui" [HR Muslim] “Ar-Rakha” bermakna “Sa’atul Aisy” (kehidupan yang lapang) dan “Husnul Hal”(Suasana yang indah). [Qamus Al-Ma’any]

 

Bahkan beliau menganjurkan menetap di madinah sampai kita mati di sana. Rasul SAW bersabda : “Barang Siapa yang mampu mati di Madinah, silahkan lakukan karena aku akan memberi syafaat bagi mereka yang mati di Madinah.” [HR Ahmad]

 

“Shalawatullahi wa salamuh (Shalawat dan salam Allah), ‘Alaik ya rasulallah (Untukmu, wahai Rasulullah), Shalawatullahi wa salamuh (Shalawat dan salam Allah), ‘Alaik yaa habiballah (Untukmu, wahai kekasih Allah)2x Rasulallah (Sang utusan Allah), Habiballah (Kekasih Allah) 2x”.

Lirik ini tak terasa membuat jutaan orang bershalawat dan memperbanyak shalawat. Dan itu dahsyat karena Rasulullah SAW bersabda:

أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

“Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku” [HR. Tirmidzi]

 

“Ya abaz zahra’ (Wahai ayahnya Fatimah Zahra), Kam ahinnu ilaik (Betapa aku merindukanmu), Lil qubbatil khadhra’ (Ke kubah hijau), Ji’tu ushalli ‘alaik (Aku datang untuk bershalawat untukmu), Ya jaddal hasanain (Wahai kakeknya Hasan dan Husain), Muhammad ya zain (Muhammad, wahai keindahan), Yaa man ji’tana busyra (Wahai yang datang membawa kabar gembira), Thaha nural ‘ain (Thaha, cahaya mata)”

 

Abaz zahra’ (ayahnya Fatimah Zahra) adalah nama kun-yah Nabi SAW. Memanggil seseorang dengan kun-yah merupakah satu bentuk pernghormatan. Seorang peyair berkata :

أُكْنِيْهِ حِيْنَ أُنَادِيْهِ لِأُكْرِمَهُ :: ....

Aku memanggilnya dengan nama kun-yah sebagai penghormatan padanya... [Tuhfatul Maudud]

 

Fatimah adalah puteri terkecil beliau dan darinya Rasul memiliki cucu, Hasan Husein yang disabdakan Nabi sebagai “dua pimpinan para pemuda penghuni surga” [HR Turmudzi]. Fatimah merupakan salah satu “wanita terbaik penduduk surga” [HR Ahmad].  Fatimah adalah puteri yang sangat dicintai Nabi sehingga beliau bersabda :

فَاطِمَةُ بَضْعَةٌ مِنِّي فَمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِي

Fatimah adalah bagian dariku, barang siapa yang membuatnya marah maka ia membuatku marah. [HR Bukhari]

 

Dalam lirik disebutkan “Merindukan kubah hijau” itu bukan berarti mengkultuskan kubah hijau akan tetapi itu artinya merindukan orang yang berada di bawah kubah hijau yaitu Nabi SAW. Hal ini sebagaimana permisalan yang diungkapkan oleh Qais Ibnul Mulawwah yang digelari Majnun Laila :

أَمُرُّ عَلىَ الدِّيَارِ دِيَارِ لَيْلَى :: أُقَبِّلُ ذَا الجِْدَارَ وَذَا الجِدَارَا

وَما حُبُّ الدِّيَارِ شَغَفْنَ قَلْبِي :: وَلَكِنْ حُبُّ مَنْ سَكَنَ الدِّيَارَا

Aku melewati rumah laila. Aku ciumi setiap dinding demi dindingnya. Bukan karena aku cinta pada rumah itu, namum aku cinta kepada orang yang tinggal di dalamnya (laila).

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan pikiran kita agar semakin cinta kepada Nabi SAW dan Kota Madinah serta semakin banyak bershalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

 

Salam Satu Hadits,

Dr. H. Fathul Bari, SS., M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani

Ayo Mondok! Mondok itu Keren!

WhatsApp Center :  0858-2222-1979

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]