ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW
bersabda:
مِنْ
حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara kebaikan islam seseorang adalah
meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” [HR Tirmidzi]
Catatan Alvers
Velocity tengah merajalela di media sosial.
Demam velocity menjangkiti kaum awam, tua maupun muda, anak-anak hingga
nenek-nenek bahkan velocity juga menjangkiti pembawa berita hingga pendakwah terkenal.
Ada juga wanita dari putri pemuka agama ternama yang merupakan publik figur juga
bermain velocity.
Mungkin ada yang masih belum tahu apa sih Velocity
itu? Kata Velocity berasal dari bahasa Inggris yang berarti kecepatan. Dalam
tren di TikTok, velocity merujuk kepada
Tren joget yang mengikuti irama lagu up beat
dengan gerakan tangan lalu video yang dihasilkan dipercepat dan diperlambat dengan
efek slow motion yang disesuaikan dengan musik latarnya. Dinamakan velocity
karena menggunakan editing magic bernama 'Velocity'. Video ini pun terus muncul
di TikTok hingga Instagram. [Insertlive com]
Velocity mungkin tidak sampai satu menit akan
tetapi take videonya bisa berulang-ulang, belum lagi belajar dan menghapal gerakannya
akan membutuhkan waktu yang lama sehingga seseorang akan membuang banyak waktunya
untuk hal yang sia-sia. Bukankah sebagai muslim yang baik akan menggunakan
waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Rasul SAW bersabda : “Di antara
kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.”
[HR Tirmidzi]
Hidup ini adalah sekumpulan waktu. Jika kita
menyia-nyiakan waktu maka sama halnya kita menyia-nyiakan hidup yang semestinya
penuh arti dan hal itu adalah kerugian yang nyata. Bukankah setiap orang yang
berakal ingin menjadi orang beruntung. Allah SWT berfirman :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
''Sesungguhnya beruntunglah orang-orang Mukmin. Yaitu, orang-orang yang
khusyuk dalam sholatnya. Dan orang-orang yang meninggalkan perbuatan sia-sia.''
[QS Al Muminun : 1-3].
Waktu adalah modal
utama dalam kehidupan kita yang fana ini. Maka gunakan waktu sebaik-baiknya dan
jangan sebaliknya. Ahli hikmah berkata :
اَلْوَقْتُ كَالسَّيْفِ اِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ
Waktu ibarat pedang, jika
engkau tidak mematahkannya maka engkau akan ditebasnya. [Kasyful Khafa]
Boleh jadi awalnya berniat iseng namun pada akhirnya banyak orang
terjangkit syndrome velocity. Dengan demikian sebaiknya kita tidak ikut-ikutan
tren ini apalagi orang yang menjadi publik figur, jika ia ikutan bermain
velocity maka akan semakin banyak yang ikut-ikutan tren ini dan akhirnya
semakin banyak orang lalai dari hal yang bermanfaat untuknya. Celakanya ini
menjadi tanda Allah berpaling darinya. Imam
Ghazali menyebut satu hadits dalam kitab Ayyuhal Walad :
إِنَّ
عَلَامَةَ إِعْرَاضِ اللهِ تَعَالَى عَنِ الْعَبْدِ هُوَ إِشْتِغَالُهُ بِمَا لَا
يَعْنِيْهِ
Sesungguhnya tanda berpalingnya Allah swt dari seorang hamba yaitu sibuknya
ia dengan perkara yang tidak bermanfaat baginya. [Ayyuhal Walad, namun sebagian
keterangan menyebutnya sebagai maqalah Al-Hasan bashri]
Para pemuka agama
janganlah ikut-ikutan joget velocity, di samping nantinya akan menjadi teladan
yang tidak baik velocity akan dapat mengurangi wibawa mereka. Joget atau dalam
bahasa arab disebut dengan “Ar-Raqsh” di dalam
kamus didefinisikan :
رَقَصَ الشَّخْصُ: اِهْتَزَّ وَحَرَّكَ
جِسْمَهُ عَلَى أَنْغَامِ الْمُوْسِيقَى أَوِ الْغِنَاءِ
“Seseorang berjoget” itu artinya ia menggerak-gerakkan badannya
sesuai irama musik atau lagu. [Al-Maany com]
Dan Ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, dan Al-Qaffal
dari kalangan Syafi’iyyah memakruhkan “Ar-Raqsh” (joget) karena :
بِأَنَّ فِعْلَهُ دَنَاءَةٌ
وَسَفَهٌ، وَأَنَّهُ مِنْ مُسْقِطَاتِ الْمُرُوءَةِ، وَأَنَّهُ مِنَ اللَّهْوِ.
ia adalah perbuatan rendahan dan kebodohan.
Dan ia juga merupakan perbuatan yang menjatuhkan wibawa. Dan ia juga merupakan
lahwun (kesia-siaan). [Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah]
Wanita boleh saja melakukan joget ala velocity di hadapan
suaminya sendiri untuk menghiburnya dan tidak merekamnya untuk dishare di
medsos sehingga menjadi konsumsi publik. Namun jika wanita yang menampakkan
kecantikannya melakukan velocity di hadapan lelaki bukan mahram atau di share
di medsos maka ini akan menjadi daya tarik para pria bahkan diantara mereka ada
yang bersyahwat karenanya dan ini berbahaya. Ulama berkata :
اَمَّا رَقْصُ النِّسَاءِ اَمَامَ
مَنْ لَايَحِلُّ لَهُنَّ فَاِنَّهُ حَرَامٌ بِالْاِجْمَاعِ لِمَا يَتَرَتَّبُ
عَلَيْهِ مِنْ اِثَارَةٍ لِلشَّهْوَةِ وَالْاِفْتِنَانِ وَلِمَا فِيْهِ مِنَ
التَّهَتُّكِ وَالْمُحُوْنِ
Adapun hukum wanita menari-nari di depan lelaki yang
bukan mahramnya maka itu hukumnya haram sesuai dengan kesepakatan Ulama karena hal
itu akan menimbulkan perkara negatif seperti membangkitkan syahwat, fitnah,
merusak kehormatan dan menjadi petaka. [Madzahib Al-arba'ah]
Islam
bukan hanya tentang halal dan haram, namun juga kepantasan. Bukankah ukuran
kepantasan adalah rasa malu dan malu itu sangatlah penting dalam Islam sehingga
Nabi SAW bersabda :
اَلْـحَيَاءُ مِنَ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِيْمَانُ فِـي
الْـجَنَّةِ
“Malu
adalah bagian dari iman, sedang iman tempatnya di Surga. [HR Turmudzi]
Jika
rasa malu sudah hilang dari diri seseorang maka ia tidak akan lagi
mempertimbangkan faktor kepantasan. Nabi SAW bersabda :
إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Jika
engkau tidak malu maka silahkan kau berbuatlah sesukamu.” [HR Bukhari]
Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan
perbuatan yang tak bermanfaat apalagi yang tidak pantas untuk dilakukan.
Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!
NB.
“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya
kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang
ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu._
[At-Tadzkirah Wal Wa’dh]