• WhatsApp Channel : One Day One Hadith

    Bergabunglah bersama Saluran WhatsApp One Day One Hadith

  • Penerimaan Santri Baru 2026/2027

    Monggo nderek-nderek Nyethak Sholihin Sholihat dengan mendaftarkan putra putri jenengan ke PPW An-Nur 2 Al Murtadlo

  • Tadarus Akbar

    Tadarus Akbar oleh ribuan santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo

  • Sholat Tarawih Akbar

    Sekitar 3.000 santri putra melaksanakan Tarawih Akbar di Lapangan Utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. Sabtu malam, 21 Februari 2026, lapangan center An-Nur II penuh dengan 24 saf santri berbaju putih

  • Bersama KAPOLRI

    Bersama Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo - KAPOLRI dan Majelis Keluarga An-Nur 2

METODE PEMBELAJARAN NABAWI

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, Rasul SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّتًا وَلَا مُتَعَنِّتًا وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengutusku sebagai orang yang menyulitkan dan bukan pula orang yang mencari-cari kesulitan, akan tetapi Allah mengutusku sebagai seorang pendidik yang memudahkan.” [HR Muslim]

 

Catatan Alvers

 

Fenomena "ganti menteri, ganti kurikulum" telah menjadi perbincangan hangat dalam sistem pendidikan Indonesia. Hal ini terjadi karena setiap kabinet memiliki visi misi, prioritas, dan pandangan yang berbeda dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Mulai Kurikulum 1975 yang pada tahun 1984, diganti dengan kurikulum CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) lalu pada tahun 2004 di era mentri Malik Fadjar berganti menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Tahun 2006 di era mentri Bambang Sudibyo berganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Tahun 2013, di era mentri M Nuh berganti Kurikulum 2013 (K13). Dan pada Tahun 2020 di era Mentri Nadiem Makarim berganti menjadi Kurikulum Merdeka.

 

Secara umum, kurikulum itu memuat 4 komponen yaitu Tujuan, Isi / Materi, Strategi / Metode, Evaluasi. Dengan demikian perubahan kurikulum sering kali menuntut

Setiap ada perubahan kurikulum biasanya diadakan bimtek (bimbingan teknis) dan workshop untuk para guru mengingat perubahan kurikulum tidak hanya menyebabkan perubahan materi tetapi juga perubahan metode pembelajaran dan metode itu komponen yang sangat penting dalam kurikulum. Dalam ungkapan populer dikatakan :

الطَّرِيقَةُ أَهَمُّ مِنَ الْمَادَّةِ

"Metode lebih penting daripada materi”.

Bebicara mengenai metode pembelajaran maka dalam Islam nabi banyak memberikan contohnya mengingat posisi Nabi sebagai guru sebagaimana dinyatakan dalam hadits utama : “Allah mengutusku sebagai seorang pendidik yang Muyassiran (memudahkan).” [HR Muslim]

Metode pembelajaran Nabi didasari oleh tujuan untuk mempermudah pemahaman para sahabat selaku peserta didik dan tidak mempersulit mereka. Dalam hadits utama Rasul SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mengutusku sebagai Mu’annit (orang yang menyulitkan) dan bukan pula Muta’annit (orang yang sengaja mempersulit). [HR Muslim] Dan tidak pula pembelajaran dilakukan dengan kekerasan. Rasul SAW bersabda :

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّفًا وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengutusku sebagai orang yang keras, tetapi Allah mengutusku sebagai seorang pendidik yang memudahkan.”[HR Ahmad]

 

Di antara Metode Pembelajaran yang dicontohkan Nabi adalah metode dialog dan tanya jawab. Pada suatu hari ketika para sahabat sedang duduk bersama Rasul SAW, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Kemudian ia berkata : 'Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku tentang Islam, Iman, Ihsan dan tanda-tanda kiamat." Setiap Nabi selesai menjawab maka lelaki itu berkata : Shadaqta (Engkau benar). Sahabatpun terheran-heran mengapa lelaki itu yang bertanya namun ia pula yang menilai. Kemudian setelah percakapan selesai, Rasul SAW bersabda :

فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

'Sesungguhnya dia adalah Jibril. Dia datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.' [HR Muslim]

Rasul SAW juga tidak keberatan untuk mengulang-ngulang perkataan supaya mudah dipahami. Sahabat Anas RA berkata :

كَانَ إِذَا تَكَلَّمَ بِكَلِمَةٍ أَعَادَهَا ثَلَاثًا حَتَّى تُفْهَمَ عَنْهُ

“Nabi SAW apabila berbicara suatu kalimat maka beliau mengulanginya tiga kali sampai dipahami.” [HR Bukhari]

Rasul SAW juga seringkali memberikan contoh atau praktik secara langsung seperti ketika beliau menjelaskan tatacara shalat. Rasul SAW bersabda :

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”  [HR Ad-Daruqutni]

Dan ketika beliau menjelaskan tatacara haji, beliau bersabda : "Ambillah dariku tata cara pelaksanaan manasik haji kalian." [HR Baihaqi]

 

Rasul SAW juga seringkali menggunakan analogi (perumpamaan) dalam memberikan penjelasan sehingga lebih mudah dipahami. Sebagaimana sabda beliau :

مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا

"Perumpamaan hidayah dan ilmu yang mana Allah mengutusku (untuk menyampaikannya) adalah seperti hujan lebat yang turun ke bumi”. [HR Bukhari]

Sama-sama mengalami proses belajar namun hasil yang didapat peserta didik bisa berbeda-beda. Mengapa demikian? Rasul SAW memberikan analogi. Ada hujan yang turun mengenai tanah yang subur (Naqiyah) sehingga bisa menumbuhkan banyak tumbuhan. Ada juga yang mengenai tanah yang padat (Ajadib) sehingga air tersimpan menjadi danau yang bisa mengairi sawah dan dijadikan air minum ternak. Ada juga yang mengenai tanah tandus (Qi’an) yang tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman.

 

Rasul SAW juga pernah menerangkan tentang angan-angan manusia serta ajal dengan menggambar kotak dan menulis beberapa garis di atas tanah sambil menerangkannya. [Lihat HR Bukhari] Sebagaimana Rasul juga pernah menjelaskan dengan memperlihatkan bendanya. Ali bin Abi Thalib RA berkata : "Rasul SAW mengambil selembar sutra dengan tangan kirinya dan emas dengan tangan kanannya. Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya sambil bersabda : Sesungguhnya kedua benda ini haram bagi laki-laki dari umatku, dan halal bagi perempuan mereka." [HR Ibnu Majah]

 

Dan selanjutnya harus kita sadari bahwa sebaik apapun metode dan seberbobot apapun materi maka jauh lebih penting keberadaan guru itu sendiri. Maka hendaknya guru menjadi pribadi yang bisa di gugu dan ditiru, uswah hasanah. Hal ini sebagaimana dalam ungkapan populer di atas yang secara lengkap berbunyi :

الطَّرِيقَةُ أَهَمُّ مِنَ الْمَادَّةِ ، وَالْمُدَرِّسُ أَهَمُّ مِنَ الطَّرِيقَةِ، وَرُوحُ الْمُدَرِّسِ أَهَمُّ مِنَ الْمُدَرِّسِ نَفْسِهِ

"Metode lebih penting daripada materi dan guru lebih penting daripada metode, dan kwalitas guru lebih penting daripada guru itu sendiri."

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk meneladani Nabi SAW baik ketika di rumah, di jalan maupun ketika di ruang kelas.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

ADAKAH MANUSIA SUCI?

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Anas Bin Malik RA, Rasul SAW bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat. [HR Ibnu Majah]

 

Catatan Alvers

 

Sungguh mengherankan kasus pencurian terjadi di masjid, bahkan tak tanggung-tanggung terjadi di masjidil Haram yang berlokasi di tanah suci. Kok bisa ya? Padahal kan di tanah suci? Ya hal ini terjadi. Media menulis “Aparat Keamanan Masjidil Haram berhasil menangkap 130 pencuri dan pencopet di Masjidil Haram, Makkah, yang menyamar dan berkedok sebagai jamaah dengan pakaian ihram. [Suarasurabaya net]

 

Dulu saya sendiri pernah kehilangan sandal di masjid nabawi madinah namun saya tidak yakin kalau itu ulah pencuri. Saya beranggapan mungkin saya lupa posisi rak sandal atau sandal saya jatuh dari rak lalu di sapu oleh petugas kebersihan. Sampai satu saat, ketika saya mencari-cari sandal yang tidak ada di raknya lalu saya keluar ke teras masjid dan secara tak sengaja saya melihat orang yang menenteng sandal yang mirip dengan sandal saya. Saya tepuk pundaknya dan spontan orang itu menyodorkan sandal tersebut kepada saya. Di sini saya baru sadar bahwa tanah suci itu yang suci adalah tanahnya, bukan orangnya. Lihatlah Abu Jahal, ia juga tinggal di area tanah suci, tanah haram. Bahkan lokasi rumahnya sekarang masuk dalam wilayah perluasan fasilitas masjidil Haram di dekat area bukit marwah tepatnya dibangunan besar toilet umum.

 

Jadi tidak ada manusia yang suci dari dosa. Dalam hadits di atas, Rasul SAW bersabda: Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat. [HR Ibnu Majah] As-Sindy berkata : Lafadz Khattha’ itu artinya "Katsirun Khata" (orang yang banyak melakukan kesalahan). Yang dimaksud dengan kesalahan di sini adalah maksiat yang dilakukan dengan sengaja, atau maksiat secara mutlak (baik sengaja maupun tidak), mengingat (pengertian yang umum) bahwa kesalahan itu lawan dari kebenaran, dan terjadi tanpa disengaja.  [Hasyiyah As-Sindy]

 

Namun demikian, hal ini mengecualikan para nabi karena status mereka adalah ma’shum (orang yang dijaga). Allah SWT berfirman :

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan agar ia ditaati dengan izin Allah." [QS An-Nisa' : 64]

Syeikh Nawawi Al-Jawi berkata : Ayat ini menunjukkan bahwa para nabi itu ma‘shum (terjaga) dari “ma’ashi wadz-dzunub” (maksiat dan dosa-dosa). [Marah Labid] Dan Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata :

وَالْأَنْبِيَاء مَعْصُومُونَ مِنْ الْكَبَائِر بِالْإِجْمَاعِ . وَاخْتُلِفَ فِي جَوَاز وُقُوع الصَّغَائِر

“Para nabi itu terjaga dari dosa-dosa besar berdasarkan ijma’ (kesepakatan ulama). Adapun mengenai kemungkinan terjadinya dosa-dosa kecil pada diri mereka, maka para ulama berbeda pendapat”. [Fathul Bari]

 

Mengenai kesalahan kecil itu seperti yang dilakukan Nabi Adam dengan memakan buah larangan (khuldi). “Fa Asha Adamu Rabbahu” (Maka Adam bermaksiat kepada tuhannya) [QS Thaha : 121] Nabi Musa meminta melihat Allah dan Nabi Musa berkata “Subhanaka Tubtu Ilayka” (Maha Suci Engkau, Aku bertaubat kepadaMu). [QS Al-A’raf-143] Nabi Dawud terlalu cepat memutuskan perkara sebelum mendengar pihak kedua. “Fastaghfara Rabbahu” (lalu ia meminta ampunan kepada tuhanNya). [QS Shad : 25] Bahkan Nabi Muhammad SAW memalingkan wajah saat orang buta datang kepada beliau sehingga Allah menegur “Abasa Watalla…” (Ia bermuka masam dan berpaling). [QS Abasa : 1]

 

Adapun selain para Nabi maka tidak ada yang terjaga dari dosa besar mapun dosa kecil tak terkecuali orang yang keramat sekalipun. Al-Fasyni menceritakan dalam Al-Majalis As-Saniyah mengenai ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang bernama Barshisha.

Ia telah beribadah selama 220 tahun dan membuat kagum para malaikat dan hebatnya lagi,

ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﺳِﺘُّﻮْﻥَ أَﻟْﻔًﺎ ﻣِﻦَﺍﻟﺘَّﻠَﺎﻣِﺬَﺓِ وَﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻳَﻤْﺸُﻮْنَ ﻓِﻰﺍﻟْﻬَﻮَﺍﺀِ ﺑِﺒَﺮَﻛَﺘِﻪِ ﻓَﻤَﺎتَ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ

“Ia memiliki 60.000 murid dan mereka semua bisa terbang di udara dengan sebab keberkahannya namun ia mati dalam keadaan kafir”.

 

Secara ringkas,  dikisahkan bahwa Iblis yang berwujud manusia beribadah tiga hari tiga malam non stop, puasa dan qiyamul Lail. Barshisha-pun ingin mengetahui cara bagaimana bisa melakukan demikian. Iblis berkata: “bermaksiatlah lalu bertaubatlah hingga engkau dapat merasakan manisnya keta’atan.” Barshisha berkata: “Dosa manakah yang engkau sarankan kepadaku?” Iblis berkata: “Berzina, membunuh atau meminum khamr. Barshisha memilih yang paling ringan yaitu meminum Khamr.

 

Sesuai arahan Iblis, Barshisha membeli khamr dari wanita cantik. Ketika ia mabuk, iapun berzina dengan wanita itu. Ketika suaminya memergokinya maka Barshisha membunuhnya. Iblis melaporkan kejadian ini kepada raja. Lalu raja memerintahkan untuk menyalib Barshisha. Lalu tatkala Barshisha berada di atas kayu salib hendak dibunuh maka datanglah iblis kepadanya untuk menawarkan pertolongan dengan syarat bersujud kepadanya dengan isyarat.

فَأَوْمَأَ بِرَأْسِهِ سَاجِدًا فَكَفَرَ

Barshishapun sujud dengan isyarat kepala sehingga ia menjadi kafir. [Al-Majalis As-Saniyyah]

 

Maka tiada yang aman dari godaan dan tipuan setan. Orang yang ahli ibadah nan sakti layaknya Barshisha pun tidak bisa otomatis selamat dari setan, lantas bagaimana dengan kita? Dengan kisah tersebut kita harus waspada. Jangan sampai kita melakukan dosa dan meremehkan maksiat sekecil apapun. Hindari sebisa mungkin dan sadari sejak dini bahwa dorongan berbuat maksiat itu adalah jebakan setan.

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk berpegang teguh kepada ajaran Islam dan tidak termakan hasutan aliran-aliran sesat dan menyesatkan.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

RITUAL PESUGIHAN GUNUNG KEMUKUS

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Mas’ud RA, Rasul SAW bersabda :

لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ

“Tidaklah seseorang akan mati hingga ia mendapatkan jatah rezekinya dengan sempurna. Maka bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah cara yang baik dalam mencari rezeki.” [HR Baihaqi]

 

Catatan Alvers

 

Viral di medsos liputan ritual pesugihan gunung kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Anehnya, ritual dilakukan dengan mandi di Sendang Ontrowulan lalu berziarah ke makam Pangeran Samudro. Setelah itu mereka melakukan hubungan seksual dengan wanita yang bukan pasangannya. Ritual ini dilakukan sebanyak Tujuh kali setiap malam jum’at pon atau malam jum’at kliwon. Ini semua agar terkabul hajatnya. [unair ac id]

 

Ritual nyeleneh ini mendapat perhatian dari seorang wartawan Australia, Patrick About yang membuat tayangan video berjudul ‘Sex Mountain’ di You Tube. Usut punya usut awal mula ritual itu bermula dari wasiat Pangeran Samudro, putra Raja Terakhir Majapahit yang berwasiat bahwa “Siapa saja yang nantinya datang berziarah harus mempunyai hati yang senang, percaya, dan mantap seperti akan datang ke rumah kekasihnya”. Menurut hasil penelitian, wasiat ini lalu disalah artikan dengan berhubungan badan dengan orang lain. Lalu orang-orang yang secara ekonomis diuntungkan berkat adanya praktik ritual seks itu, berupaya agar mitos tersebut bisa tetap bertahan dan dipercaya sebagai sesuatu yang sah di masyarakat. [ugm ac id]

 

Pemerintah telah berupaya memberantas praktek prostitusi ilegal tersebut

Lewat Kementerian Pariwisata dan Kementerian PUPR dengan menggelontorkan dana Rp 48 miliar untuk perombakan Objek wisata di sana dan setelah selasai pada tahun 2022 diselenggarakan acara peresmian oleh ketua DPR dengan nama baru yaitu “The New Kemukus.” [detik com] Namun demikian hingga belakangan ini masih santer adanya ritual pesugihan di atas sehingga pesulap merahpun akan membuat liputan videonya di sana.

 

Entah apa yang melatar belakangi mereka yang ikut ritual tersebut, apakah karena pikirannya buntu sebab terkena masalah besar ataukah karena iseng-iseng ikut ritual dengan tujuan bisa bebas berhubungan badan namun mendapat legitimasi sosial, ataukah memang percaya dengan mitos yang demikian. Yang jelas menurut ajaran agama Islam, ritual yang demikian termasuk dosa besar karena itu adalah perbuatan zina yang dilarang. Di dalam hadits disebutkan :

 مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَة ٍوَضَعَهَا رَجُلٌ فِي رَحِمٍ لَا يَحِلُّ لَهُ

Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, dari pada dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya. [HR Ibnu Abid Dun-ya]

 

Alih-alih bisa menjadi kaya, perzinahan akan menyebabkan sulitnya rezeki dan mendatangkan kematian. dalam hadits disebutkan :

اِتَّقُوا الزِّنَا فَإِنَّ فِيْهِ سِتَّ خِصَالٍ ثَلَاثٌ في الدُّنْيَا وَثَلَاثٌ فِي الْآخِرَةِ

Takutlah kalian berbuat zina, karena sesungguhnya dalam zina itu ada enam perkara (siksaan), tiga di dunia dan tiga di akhirat.

 Adapun tiga perkara di dunia: (1) Hilangnya aura, (2) Pendeknya umur, dan (3) menjadi miskin selamanya. Adapun tiga perkara di akhirat adalah: (1) murka Allah, (2) hisab yang jelek dan (3) siksa neraka”. [HR Baihaqi]

 

Dalam hadits utama disabdakan : “Tidaklah seseorang akan mati hingga ia mendapatkan jatah rezekinya dengan sempurna. Maka bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah cara yang baik dalam mencari rezeki”. [HR Baihaqi] Jadi hadits ini menegaskan bahwa rezeki itu harus dicari dengan cara yang baik, tidak menghalalkan segala cara termasuk dengan melakukan perzinahan. Dalam lanjutan hadits, Rasul SAW bersabda :

وَلَا يَحْمِلَنَّكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعَاصِي اللَّهِ، فَإِنَّهُ لَا يُدْرَكُ مَا عِنْدَ اللَّهِ إِلَّا بِطَاعَتِهِ.

Janganlah lambatnya rezeki mendorong kalian bekerja dengan maksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah tidak dapat diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.” [HR Baihaqi]

 

Maka di tengah kesulitan ekonomi yang melanda, jangan panik. Tetaplah berpikir dengan jernih dan jangan putus asa untuk mencari rezeki. Allah SWT berfirman :

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ

Janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. [QS Yusuf : 87]

Teruslah berusaha dijalur yang halal. Bangkitlah dari keterpurukan dan bekerjalah dengan cara yang baik. jangan hanya berpangku tangan dengan mengandalkan ritual belaka. Umar bin khattab pernah menegur mereka yang tak mau bekerja. Ia berkata :

لَا يَقْعُدْ أَحَدُكُمْ عَنْ طَلَبِ الرِّزْقِ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي، فَقَدْ عَلِمْتُمْ أَنَّ السَّمَاءَ لَا تُمْطِرُ ذَهَبًا وَلَا فِضَّةً

Janganlah salah seorang kalian duduk dan tidak berusaha mencari rizki, dengan derdoa : Ya Allah, berilah kami rizki, kalian telah mengetahui bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas atau hujan perak.” [Ihya Ulumuddin]

 

Ritual pesugihan dalam Ajaran Islam dilakukan dengan ketaqwaan. Allah SWT berfirman :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [QS At-Thalaq: 2-3]

 

Lalu memperbanyak istighfar memohon ampunan kepada Allah SWT sebagaimana dalam QS Nuh : 10-12. Dan Rasul SAW Bersabda :

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barang siapa yang senantiasa beristighfar, niscaya Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar dari setiap kesusahan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka." [HR Ibnu Majah]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk berpegang teguh kepada ajaran Islam dan tidak termakan hasutan aliran-aliran sesat dan menyesatkan.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts